64 Komentar

Dychana Network | Agen Resmi GLUTERA INDONESIA | Space IKLAN GRATIS

PELUANG BISNIS ONLINE 2014

Potensi Penghasilan Jutaan Rupiah Perhari… Peluang Usaha Paling Populer Tahun 2014, Diminati Banyak Pebisnis Online, Gabung Sekarang? KLIK DISINI..!! Raih Bonus Harian.. Gak Butuh Banyak Waktu.. Anda Bebas Menjalankan Bisnis ini darimana Saja…!!

Hubungi Kami ….. : Continue Reading »

Iklan
Tinggalkan komentar

HUT BHAYANGKARA POLRI 2017


*BHAYANGKARA*…

Dengan rumus apapun, sampai kapanpun, dalam masyarakat yang rendah kesadaran hukumnya; polisi pasti akan ada yg membenci.. Catat pasti akan ada yang membenci.. Polisi pasti ada yang memusuhi, catat pasti ada yang memusuhi

Mengapa??

Karena polisi tugasnya adalah pemutus awal dari perbedaan kepentingan.. Polisi selalu dalam dilema perbedaan kepentingan..

Perbedaan kepentingan antara siapa dengan siapa??

Perbedaan kepentingan antara manusia yang dalam sejarahnya sudah lahir dengan kepentingan yang berbeda..

Ketika perbedaan kepentingan itu harus diatur dalam kehidupan, maka perlu ada aturan. Ketikan aturan masih dilanggar maka harus ada yang menegakkan.. Dan ketika aturan ditegakkan, maka tidak ada satupun orang yang suka untuk ditindak apalagi dihukum..

Ketika orang tidak suka ditindak dan dihukum, maka berbagai upaya akan dilakukan. Melawan secara langsung adalah pilihan pertama. Pilihan berikutnya; segala kekuatan dalam dan luar dirinya akan dikerahkan.. Akibatnya; polisi sebagai representasi negara harus juga melawan karena kalau tidak melawan, maka negara dianggap gagal..

Kalau petugas pemadam yang hanya berhadapan dengan api saja punya resiko terbakar..

Kalau petugas kebersihan yang hanya berhadapan dengan sampah saja punya resiko kotor..

Kalau petugas PLN yang berhadapan dengan aliran listrik punya resiko tersetrum..

Kalau petugas pertolongan laut yang berhadapan dengan air punya resiko tenggelam..

Maka; Polisi yang tiap hari berhadapan dengan orang bermasalah; sudah pasti akan punya resiko bermasalah dengan orang bermasalah.. Sudah pasti punya resiko lebih besar karena yang dihadapi adalah orang bermasalah yang punya akal dan otak bermasalah..

Hiduplah selalu jadi polisi yang ikhlas.. Karena kita tidak pernah tau siapa yang benar2 tulus dengan kita.. Seperti sebuah ungkapan menarik dalam film Edge of Tomorrow; LINDUNGI DIRIMU SENDIRI KARENA KITA TIDAK TAU SIAPA YANG BISA MELINDUNGI KITA.

Jika kita ikhlas pastikan Alloh SWT melindungi kita Semua. Aamiin …

*Selamat HUT Bhayangkara POLRI 1 Juli 2017.*

Sumber Tulisan : Copas dari Grup WA Leting DSD Dikmaba Porong

Tinggalkan komentar

Perbedaan JIN, SETAN dan IBLIS 

Perbedaan JIN, SETAN, & IBLIS

Jin

Jin adalah salah satu jenis makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan jenis manusia atau malaikat.

Jin diciptakan dari bahan dasar api, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan,

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ (14) وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ(15)

“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman: 14 – 15)

Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal:

a. Jin memiliki akal dan nafsu, sebagaimana manusia juga memiliki akal dan nafsu.

b. Jin mendapatkan beban perintah dan larangan syariat, sebagaimana mausia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat.

Oleh karena itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat. Ada jin yang pintar masalah agama dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dst.

Sedangkan perbedaan jin dengan mansuia yang paling mendasar adalah dari asal penciptaan dan kemampuan bisa kelihatan dan tidak.

Makhluk ini dinamakan jin, karena memiliki sifat ijtinan (Arab: اجتنان), yang artinya tersembunyi dan tidak kelihatan. Manusia tidak bisa melihat jin dan jin bisa melihat manusia. Allah berfirman,

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ

“Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu di suatu keadaan yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27)

Setan

Untuk memahami setan, satu prinsip yang harus kita pegang: Jin itu makhluk dan setan itu sifat. Karena setan itu sifat, maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri.

Setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.

Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar mengatakan,

الشيطان في لغة العرب يطلق على كل عاد متمرد

“Setan dalam bahasa Arab digunakan untuk menyebut setiap makhluk yang menentang dan membangkang.” (Alamul Jinni was Syayathin, Hal. 16).

Dinamakan setan, dari kata; syutun (Arab: شطون) yang artinya jauh. Karena setan dijauhkan dari rahmat Allah. (Al-Mu’jam Al-Wasith, kata: الشيطان)

Kembali pada keterangan sebelumnya, karena setan itu sifat maka kata ini bisa melekat pada diri manusia dan jin. Sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ada setan dari golongan jin dan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, setelah menjelaskan sifat-sifat setan,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

“(setan yang membisikkan itu) dari golongan jin dan mausia.” (QS. An-Nas: 6).

Iblis

Siapakah iblis? Iblis adalah nama salah satu jin yang menjadi gembongnya para pembangkang. Dalil bahwa iblis dari golongan jin adalah firman Allah,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ

“Ingatlah ketika Kami berkata kepada para maialakt, ‘Sujudlah kallian kepada Adam!’ maka mereka semua-pun sujud kecuali Iblis. Dia dari golongan jin dan membangkang dari perintah Allah.” (QS. Al-Kahfi: 50)

Iblis juga memiliki keturunan, sebagaimana umumnya jin lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ

“Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap perintah Rab-nya. Akankah kalian menjadikan dia dan keturunannya sebagai kekasih selain Aku, padahal mereka adalah musuh bagi kalian…” (QS. Al-Kahfi: 50)

Wallahu a’lam bishoaf
#COPAS

#Shobahal_khoir_7_Syawal_1438_H

Tinggalkan komentar

Takbir yang Takabur | www.caknun.com

Takbir yang Takabbur?
Oleh : Ahmad Muzammil

• 29 Jun 2017
#Esai #Khasanah

Takbir berasal dari Kata kabura yakburu kubran yang artinya besar.
Kabiir sebagai kata sifat, artinya yang besar. Kemudian untuk mendapatkan arti aktif-transitif diubah menjadi kabbara yukabbiru takbiiran , artinya membesarkan atau menyatakan sesuatu sebagai besar atau agung.

Jadi kata takbir , karena transitif, membutuhkan obyek atau sesuatu di luar diri sang pengucap untuk dinyatakan kebesaran dan keagungannya oleh si pengucap. Oleh karenanya, kalimat takbir kita adalah Allahu Akbar, yang artinya Allah Maha lebih besar. Jadi yang dinyatakan sebagai Maha Lebih besar itu adalah Allah Swt, yang memang seperti itu adanya.

Dengan demikian, takbir diucapkan bukan untuk membesarkan atau membesar-besarkan diri sendiri, karena membesarkan atau menyatakan diri sendiri sebagai yang besar (al-Kabir) itu namanya takabbur . Secara nilai, takabbur merupakan lawan takbir , karena takbir membesarkan pihak lain sedangkan takabbur membesarkan diri sendiri. Oleh karenanya, jika takbir merupakan kalimat thayyibah dan terpuji, takabbur merupakan sifat tercela bahkan bisa membawa seseorang menjadi musyrik.

Di dalam takbir terkandung nilai tasghir (pengecilan) terhadap diri sendiri, karena tidak mungkin seseorang bisa mengagungkan Allah Swt dengan sebenar-benarnya apabila masih merasa besar. Sebaliknya di dalam takabbur , juga terkandung nilai tasghir , tapi kepada pihak lain, karena tidak mungkin juga seseorang yang mengakui dan menyadari kebesaran Allah swt, bisa bersifat takabbur.

Maka, sangatlah aneh, apabila taut-bertautnya takbir sepanjang malam Idul Fitri di seluruh penjuru dunia tidak diikuti oleh kerendahhatian ummat Islam seluruh dunia untuk bergandeng tangan satu sama lainnya, menyadari kelemahan dan kekurangan dirinya, lalu menghargai kelebihan saudaranya, saling memaafkan atas segala dosa yang telah dilakukan, menyingkirkan kesombongan pribadi, kelompok, golongan, dan sektor yang lain, untuk bersama-sama berkohesi menatap dan merancang masa depan yang lebih cerah, semuanya dalam rangka men- takbir -kan Allah Swt: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, wa nahnu shighar bal asghar (Allah maha lebih besar, sedangkan kita kecil, bahkan paling kecil).

Ummat Islam itu ada yang menempati posisi sebagai ulama’, kiai, ustadz, raja, sultan, presiden, perdana menteri, anggota parlemen, hakim, jaksa, tentara, polisi, pedagang, petani, nelayan, sopir, makelar, buruh, pengangguran, pelajar dalam semua tingkatan, dan lain sebagainya. Jika semuanya benar-benar bertakbir secara substansial, maka kehadiran mereka di tengah-tengah hiruk pikuk persoalan nasional, regional dan global, akan mampu menjadi rahmatan lil alamiin .

Jika takbir telah dikumandangkan, tapi masing-masing bertahan dengan egosentrisme dan egoisme kelompok, ormas dan parpolnya, juga dengan arogansi kebenaran subjektifnya, maka berarti takbiran kita sekadar formalitas dan menjalankan rutinitas lebaran belaka. Takbir kehilangan spirit tasghir terhadap diri (baik diri personal, apalagi diri kelompok), bahkan yang lebih memprihatinkan, takbir dengan spirit takabbur. Takbir dengan kepalan tangan; aku yang besar, aku yang Jaya, aku yang kuat, aku yang berkuasa, aku…aku…dan aku…, aku ormasku, aku partaiku, aku kepentinganku, aku kebenaranku… dst.

Yang demikian itu bukan sekadar takbir yang kosong tanpa makna, tapi justru takbir dengan full makna, makna gertakan, makna politik, makna ekonomi, dan lain-lain. Bukan takbir yang membesarkan hati orang kecil, menghibur hati orang yang bersedih, membuka cakrawala mereka yang sedang dililit hutang dan membuka jalan damai bagi yang sedang berselisih. Justru takbir sebagai penegasan setegas-tegasnya akan kekuatan dirinya. Sungguh, suatu ironi yang mesti kita akhri, agar takbir tetap menjadi kalimat thoyyibah yang Indah kita ucapkan dengan manfaat dunia sampai akhirat.

Bagi seorang muslim, takbir diucapakan setelah menyaksikan bagaimana alam semesta ini diciptakan dengan penuh keteraturan; bumi, bulan, planet dan miliaran bintang berputar mengelilingi matahari dalam sistem tata surya, kemudian tata surya berputar ber-evolusi dan ber-revolusi dalam sistem galaksi bima sakti yang di sana ada miliaran lagi matahari, kemudian bima sakti juga berada dalam sistem yang lebih besar lagi, dan begitu seterusnya, sampai pada tingkat yang tidak bisa dicapai oleh pengetahuan kita.

Sesampai di sini, mestinya kita sudah tersungkur ambruk di hadapan kebesaran-Nya. Allahu akbar. Tapi, kalau saja sampai di situ kita masih belum juga bisa mengucapkan substansi Allahu akbar, cobalah kembali ke bumi. Bumi yang kita diami hanyalah setitik debu dalam hamparan tak terjangkaunya alam semesta. Bumi yang kita semua rebutan untuk menguasai, mengeksplorasi dan mengeksploitasinya, tidak ada artinya di hadapan Allah Swt. Apa artinya kehilangan setitik debu dari bertriliun-triliun debu?
Kalau juga masih belum, coba kembali kepada diri kita masing-masing.

Kita diciptakan dari empat unsur yang ada di alam; tanah, air, udara, dan api. Keempat unsur itu di-”inti”-kan menjadi sperma, lalu dikawinkan dengan ovum, kemudian tumbuh kembali menjadi segumpal darah, segumpal daging, lau ada yang menjadi tulang, membentuk kepala, badan dan kaki, otot, darah, jantung, liver, ginjal, usus, otak, saraf-saraf penghubung, lalu ada ruh rahasia yang mengatur peredaran itu semua, sama persis dengan keteraturan tata Surya, bima sakti, dan makro kosmos. Dan itu semua berlangsung di tempat rahasia bernama rahim ibunda.

Apabila hal ini masih belum juga menghentak kesadaranmu akan Akbarullah, lihatlah dirimu yang sekarang. Perhatikan kulitmu, lalu masuk ke dagingmu, tulangmu, persedianmu, sumsummu, aliran darahmu, detak jantungmu, otakmu, lalu ke pikiranmu, perasaanmu, imajinasimu, lalu tanyakan siapa yang bekerja? Tanyakan pelan-pelan, siapakah dirimu? Bisa saja kita masih merasa hebat karena dengan akal yng diberikan pencipta, kita manusia bisa mengungkap berbagai rahasia sunnatullah yang ada di tanah, air, udara, dan api atau cahaya, lalu bisa membikin alat transportasi dan alat komunikasi dan informasi yang secanggih sekarang, tapi kita tetap bagian kecil dari bumi, dan apabila buminya saja hanyalah setitik debu, apalagi kita? Kita sangat kecil,
asgharusshaghirin .
Tapi Kalau saja dirimu masih merasa besar, belum menyadari ada yang maha besar yang mencipta, mengasuh,merawat dan mengatur metabolisme dirimu yang material dan non material, maka benar-benar ada yang menutupi dirimu dan itu dalam bahasa Arab namanya kafir . Na’udzu billahi mindazalik.

Secara substansial, takbir itu menjadi senandung matahari, bumi, bulan dan semua berotasi, ber-evolusi serta ber-revolusi secara teratur pada tataran tata surya, galaksi, dan yang diatasnya. Takbir juga merupkan senandung angin yang berhembus, gelombang pasang surut air laut, api yang menyala memasak dan merebus, tanah yang menampung air dan benih lalu menumbuhkannya, pohon yang tumbuh, berbunga dan berbuah, hewan – hewan yang mengandung dan menyusui, kulit yang membungkus daging, daging yang menempel pada tulang, tulang yang tumbuh mengikuti ukurannya, darah yang mengalir, napas yang keluar dan masuk, mata yang melihat, hidung yang membau, mulut yang berbicara, telinga yang mendengar, lidah yang merasa, tangan yang memegang, kaki yang melangkah, jantung yang berdetak, akal yang berpikir, hati yang memahami dan merasakan, juga oleh malaikat Jibril yang menurunkan Wahyu, Mikail yang membagi rezeki, Izroil yang mencabut nyawa, Isrofil yang (bersiap) meniup terompet, Raqib dan ‘Atid yang mencatat amal setiap manusia, munkar dan nakir yang memimpin sidang di alam kubur, Ridlwan yang menjadi akomodasi surga, Malik yang menjadi keamanan neraka, dan bertiliun-triliun lagi isi alam semesta.

Semua makhluk material pasti patuh bertakbir, begitu juga makhluk spiritual seperti malaikat. Sedangkan manusia terdiri dari unsur material dan non material, maka perilaku manusia ada yang bertakbir, tapi ada yang takabbur, bahkan ada yang takabbur dengan bungkus takbir, atau bertakbir dengan spirit takabbur. Manusia diberi kebebasan memilihnya.

26 Juni 2017/2 Syawwal 1438h
http://www.caknun.com

Tinggalkan komentar

Penerimaan Bintara Polri TA 2017 + 14 Maret s/d 8 April

Penerimaan Bintara Polri TA 2017 + 14 Maret s/d 8 April

2 Komentar

PENGUMUMAN PENERIMAAN dan PERSYARATAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA | SIPSS 2017 


PENGUMUMAN PENERIMAAN dan PERSYARATAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA | SIPSS 2017

Related Post : … Tag ;

– Daftar Nama Lulus SIPSS 2017

–  Pengumuman Kelulusan Administrasi
– Kesamaptaan Jasmani

– Tes Ujian Tulis 

– Tes Kesehatan Tahap 1 dan 2

– Rekrutmen POLISI dari Sarjana

Tinggalkan komentar

Giri HILLS Coffee House Gresik | Kafe Baru di Puncak Bukit Cempo 

Lokasi : Giri HILLS Coffee House Gresik | Kafe Baru di Puncak Bukit Cempo 
Alamat : Jl. Awikoen Tirta Kebomas Gresik. (Sebelah Kedai Puncak Kopi) 

Tag : 

– Warkop Gresik 

– Kota Sejuta Warung Kopi

– Giri Hills 

Tinggalkan komentar

Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak di Gresik | Unit Layanan Paspor 

*Sekilas info:*

Mulai awal tahun 2017 , pengurusan PASPOR baik baru maupun perpanjangan dan dokumen imigrasi lainnya, untuk warga Gresik, tidak perlu ke Surabaya lagi karena Kantor IMIGRASI KELAS I TANJUNG PERAK, yang dulu berkantor di Dharmo Indah sudah pindah ke Gresik di Kawasan Pertokoan Pasar Ikan Modern Gresik di Bunder.

Hari ini Kamis, 29 Des 2016,
DIRESMIKAN KEPINDAHAN DAN PEMBUKAAN OPERASIONAL,
“Kantor IMIGRASI KELAS I TANJUNG PERAK” di Gresik.

Dan cakupan wilayah yang ditangani meliputi 8 Kabupaten sbb : Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan
Madura 4 Kabupaten : Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep.

Demikian sekilas info.

*Kantor Imigrasi Surabaya di Gresik

*Unit Pelayanan Pembuatan Paspor di Gresik

*Alamat Kantor Imigrasi di Gresik 

*Cara dan Persyaratan membuat Paspor